Senin, 16 September 2013

15 Hal Tak Biasa Penyebab Serangan Jantung

Kalau sudah terkena serangan jantung, yang disalahkan pasti pola makan yang buruk dan gaya hidup sedenter. Namun perlu diketahui, meski keduanya memang memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko serangan jantung seseorang, ada juga faktor-faktor 'unik' penyebab serangan jantung.

Berikut sejumlah faktor unik yang tak disangka dapat berpotensi membahayakan jantung seseorang seperti halnya dilansir ABC News, Kamis (12/9/2013).

1. Lingkungan rumah
Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2001 dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan orang-orang yang berada di lingkungan masyarakat berpendapatan rendah tiga kali lebih sering mengidap serangan jantung dibandingkan rekan-rekannya yang berpendapatan sama tapi tinggal di lingkungan masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Padahal tingkat pendidikannya juga setara.

2. Antibiotik
Studi yang digelar pada tahun 2012 memaparkan antiobiotik populer azithromycin (biasanya dikemas dalam paket yang disebut Z-Paks) berisiko meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung, terutama pada pasien penyakit jantung.

3. Suplemen kalsium
Menurut sebuah studi yang dilakukan terhadap 23.000 orang, orang yang mengonsumsi suplemen kalsium berisiko mengalami serangan jantung lebih tinggi dibandingkan yang tidak minum suplemen ini, walaupun asupan makanannya tidaklah menjadi soal.

4. Infeksi
Jika Anda didiagnosis dengan flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya, peluang Anda terkena serangan jantung bisa lima kali lebih tinggi tiga hari pasca diagnosis. Pasalnya infeksi mengakibatkan munculnya respons peradangan yang bisa memicu serangan jantung atau stroke.

5. Psoriasis
"Pada pasien tertentu, gangguan kulit seperti psoriasis merupakan faktor risiko serangan jantung yang dapat disejajarkan dengan diabetes," tandas Dr. Joel M. Gelfand, asisten profesor dermatologi dari University of Pennsylvania.

Kendati pasien psoriasis akut biasanya juga suka merokok, kelebihan berat badan dan tekanan darahnya tinggi, namun Dr. Gelfand memastikan psoriasis adalah faktor risiko independen. Karena pada dasarnya psoriasis merupakan salah satu gangguan autoimun yang dapat menyebabkan peradangan kronis sehingga bisa memicu serangan jantung.

6. Masalah hubungan
Hubungan yang negatif dengan pasangan benar-benar buruk bagi jantung. Menurut sebuah studi yang dilakukan tim epidemiologi dari University College London, masalah hubungan dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 34 persen.

7. Kadar kolesterol 'baik' (HDL) rendah
Saat mengamati kaitan antara HDL atau kolesterol 'baik' dengan penyakit jantung, tim peneliti dari Indiana University menemukan kadar HDL yang rendah merupakan indikator terkuat ketiga terjadinya serangan jantung, disamping serangan jantung sebelumnya dan usia pasien.

8. Gangguan ginjal
Dari sebuah studi terhadap pasien lansia di Rotterdam, Belanda ditemukan bahwa seseorang dengan ginjal yang lemah, meski tidak mengidap penyakit tertentu, berisiko terkena serangan jantung lebih tinggi daripada yang ginjalnya tak bermasalah.

Begitu juga dengan studi lain yang dilakukan terhadap 10.000 pria ditemukan seseorang yang mengidap penyakit ginjal kronis berisiko mengalami serangan jantung dua kali lipat dibandingkan yang tak punya penyakit itu.

9. Tinggal di perkotaan
Paparan kemacetan lalu lintas dapat menggandakan risiko serangan jantung Anda, tak peduli apapun moda transportasi yang Anda gunakan. Hal ini dikemukakan sebuah studi dari Jerman.

Studi lainnya juga sepakat jika kematian akibat penyakit jantung dua kali lebih sering ditemukan pada orang-orang yang tinggal dekat dengan jalan raya.

10. Berhenti minum aspirin
Beberapa studi telah menunjukkan pasien jantung berisiko tinggi mengalami serangan sedikitnya seminggu setelah berhenti mengonsumsi aspirin atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) lainnya.

11. Depresi
Yang ini sudah dibuktikan banyak riset dan disepakati banyak pakar. Pasien yang sebelumnya sudah pernah terkena serangan jantung tapi juga mengalami depresi, berisiko tinggi untuk mengalami serangan jantung untuk kedua kalinya.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology pada 2009 juga menemukan wanita yang depresi berisiko dua kali lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung dari waktu ke waktu.

12. Atasan di tempat kerja
Dari sebuah studi yang mengamati kondisi para PNS di Inggris ditemukan orang-orang yang menganggap atasannya tidak mempertimbangkan sudut pandang Anda atau merasa bukan bagian dari proses pembuatan keputusan, lebih cenderung mengalami serangan jantung ketimbang PNS yang lebih cool.

Studi-studi lainnya juga sepakat beban atau tekanan pekerjaan dapat meningkatkan risiko serangan jantung para pekerja.

13. Penyakit gusi
Berdasarkan keterangan dari berbagai studi, pasien penyakit gusi berisiko mengalami serangan jantung 25 persen lebih besar daripada orang-orang yang giginya sehat. Kaitannya diduga berasal dari bakteri pada mulut yang dapat memicu peradangan kronis di dalam pembuluh darah.

14. Diabetes
Kendati sebagian besar pasien diabetes lebih takut dengan komplikasi seperti diamputasi atau kehilangan penglihatan, tapi sebenarnya risiko terbesar yang dialami pasien diabetes adalah serangan jantung.

Bahkan pasien diabetes berisiko meninggal dunia akibat penyakit jantung dua-tiga kali lebih besar daripada orang yang tidak mengidap sakit gula. Beruntung hal ini dapat dicegah dengan perbaikan pola makan dan olahraga.

15. Terapi kanker prostat
Dari sebuah studi yang dilakukan tim peneliti Harvard Medical School, hormon yang digunakan untuk terapi kanker prostat ternyata dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mati mendadak akibat serangan jantung. Kendati peneliti mengatakan kaitan keduanya tidak bersifat langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar