Kalau sudah terkena serangan jantung, yang disalahkan pasti pola makan
yang buruk dan gaya hidup sedenter. Namun perlu diketahui, meski
keduanya memang memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko
serangan jantung seseorang, ada juga faktor-faktor 'unik' penyebab
serangan jantung.
Berikut sejumlah faktor unik yang tak disangka
dapat berpotensi membahayakan jantung seseorang seperti halnya dilansir
ABC News, Kamis (12/9/2013).
1. Lingkungan rumah
Sebuah
studi yang dipublikasikan pada tahun 2001 dalam New England Journal of
Medicine mengungkapkan orang-orang yang berada di lingkungan masyarakat
berpendapatan rendah tiga kali lebih sering mengidap serangan jantung
dibandingkan rekan-rekannya yang berpendapatan sama tapi tinggal di
lingkungan masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Padahal tingkat
pendidikannya juga setara.
2. Antibiotik
Studi
yang digelar pada tahun 2012 memaparkan antiobiotik populer
azithromycin (biasanya dikemas dalam paket yang disebut Z-Paks) berisiko
meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung, terutama pada
pasien penyakit jantung.
3. Suplemen kalsium
Menurut
sebuah studi yang dilakukan terhadap 23.000 orang, orang yang
mengonsumsi suplemen kalsium berisiko mengalami serangan jantung lebih
tinggi dibandingkan yang tidak minum suplemen ini, walaupun asupan
makanannya tidaklah menjadi soal.
4. Infeksi
Jika
Anda didiagnosis dengan flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya,
peluang Anda terkena serangan jantung bisa lima kali lebih tinggi tiga
hari pasca diagnosis. Pasalnya infeksi mengakibatkan munculnya respons
peradangan yang bisa memicu serangan jantung atau stroke.
5. Psoriasis
"Pada
pasien tertentu, gangguan kulit seperti psoriasis merupakan faktor
risiko serangan jantung yang dapat disejajarkan dengan diabetes," tandas
Dr. Joel M. Gelfand, asisten profesor dermatologi dari University of
Pennsylvania.
Kendati pasien psoriasis akut biasanya juga suka
merokok, kelebihan berat badan dan tekanan darahnya tinggi, namun Dr.
Gelfand memastikan psoriasis adalah faktor risiko independen. Karena
pada dasarnya psoriasis merupakan salah satu gangguan autoimun yang
dapat menyebabkan peradangan kronis sehingga bisa memicu serangan
jantung.
6. Masalah hubungan
Hubungan yang
negatif dengan pasangan benar-benar buruk bagi jantung. Menurut sebuah
studi yang dilakukan tim epidemiologi dari University College London,
masalah hubungan dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 34
persen.
7. Kadar kolesterol 'baik' (HDL) rendah
Saat
mengamati kaitan antara HDL atau kolesterol 'baik' dengan penyakit
jantung, tim peneliti dari Indiana University menemukan kadar HDL yang
rendah merupakan indikator terkuat ketiga terjadinya serangan jantung,
disamping serangan jantung sebelumnya dan usia pasien.
8. Gangguan ginjal
Dari
sebuah studi terhadap pasien lansia di Rotterdam, Belanda ditemukan
bahwa seseorang dengan ginjal yang lemah, meski tidak mengidap penyakit
tertentu, berisiko terkena serangan jantung lebih tinggi daripada yang
ginjalnya tak bermasalah.
Begitu juga dengan studi lain yang
dilakukan terhadap 10.000 pria ditemukan seseorang yang mengidap
penyakit ginjal kronis berisiko mengalami serangan jantung dua kali
lipat dibandingkan yang tak punya penyakit itu.
9. Tinggal di perkotaan
Paparan
kemacetan lalu lintas dapat menggandakan risiko serangan jantung Anda,
tak peduli apapun moda transportasi yang Anda gunakan. Hal ini
dikemukakan sebuah studi dari Jerman.
Studi lainnya juga sepakat
jika kematian akibat penyakit jantung dua kali lebih sering ditemukan
pada orang-orang yang tinggal dekat dengan jalan raya.
10. Berhenti minum aspirin
Beberapa
studi telah menunjukkan pasien jantung berisiko tinggi mengalami
serangan sedikitnya seminggu setelah berhenti mengonsumsi aspirin atau
nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) lainnya.
11. Depresi
Yang
ini sudah dibuktikan banyak riset dan disepakati banyak pakar. Pasien
yang sebelumnya sudah pernah terkena serangan jantung tapi juga
mengalami depresi, berisiko tinggi untuk mengalami serangan jantung
untuk kedua kalinya.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam
Journal of the American College of Cardiology pada 2009 juga menemukan
wanita yang depresi berisiko dua kali lebih tinggi untuk mengidap
penyakit jantung dari waktu ke waktu.
12. Atasan di tempat kerja
Dari
sebuah studi yang mengamati kondisi para PNS di Inggris ditemukan
orang-orang yang menganggap atasannya tidak mempertimbangkan sudut
pandang Anda atau merasa bukan bagian dari proses pembuatan keputusan,
lebih cenderung mengalami serangan jantung ketimbang PNS yang lebih
cool.
Studi-studi lainnya juga sepakat beban atau tekanan pekerjaan dapat meningkatkan risiko serangan jantung para pekerja.
13. Penyakit gusi
Berdasarkan
keterangan dari berbagai studi, pasien penyakit gusi berisiko mengalami
serangan jantung 25 persen lebih besar daripada orang-orang yang
giginya sehat. Kaitannya diduga berasal dari bakteri pada mulut yang
dapat memicu peradangan kronis di dalam pembuluh darah.
14. Diabetes
Kendati
sebagian besar pasien diabetes lebih takut dengan komplikasi seperti
diamputasi atau kehilangan penglihatan, tapi sebenarnya risiko terbesar
yang dialami pasien diabetes adalah serangan jantung.
Bahkan
pasien diabetes berisiko meninggal dunia akibat penyakit jantung
dua-tiga kali lebih besar daripada orang yang tidak mengidap sakit gula.
Beruntung hal ini dapat dicegah dengan perbaikan pola makan dan
olahraga.
15. Terapi kanker prostat
Dari
sebuah studi yang dilakukan tim peneliti Harvard Medical School, hormon
yang digunakan untuk terapi kanker prostat ternyata dapat meningkatkan
peluang seseorang untuk mati mendadak akibat serangan jantung. Kendati
peneliti mengatakan kaitan keduanya tidak bersifat langsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar