Kamis, 12 September 2013
Apa yang terjadi pada awal september 1945 ?
Tidak semua rakyat menyadari pada awal September 1945, bahwa Indonesia
sudah benar-benar Merdeka. Memang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sudah
dikumandangkan, Undang-undang Dasarpun sudah ditetapkan. Bahkan kita
sudah punya Presiden dan Wakil Presiden sejak tanggal 18 Agustus 1945.
Kita juga sudah memiliki kabinet Presidensiel pada tanggal 5 September
1945. Tapi sudahkah kita benar-benar Merdeka saat itu ?. Kekuasaan
Pemerintahan masih ditangan Jepang. Gedung-gedung milik Pemerintah masih
dikuasai Jepang. Bahkan bukan hal aneh, tentara Jepang masih hilir
mudik dijalan-jalan umum. Mungkin yang berbeda, sudah tampak
dijalan-jalan orang-orang Belanda yang hari-hari sebelumnya masih
dikonsinyir dalam kamp interniran mereka. Kebebasan sudah mulai tampak.
Misalnya dikamp Cideng, pintu besar depan sudah tidak dijaga lagi secara
ketat oleh Jepang. Pada tanggal 8 September 1945, 7 orang opsir sekutu
dibawah pimpinan mayor AG Greenhalgh mendarat dengan payung dilapangan
kemayoran. Rombongan ini merupakan Allied Mission yang diwajibkan
melapor kepada South East Asia Command (SEAC) di Singapura. Mereka
merupakan kelompok pertama menjelang pendaratan pasukan sekutu yang
datang dengan kapal“Cumberland” dibawah pimpinan Laksamana WR Patterson.
Greenhalg segera menempati posnya di Hotel des Indes. Mungkin melihat
keadaan ini, pada tanggal 10 September 1945, Presiden Soekarno
mengumumkan bahwa hanya perintah dari Pemerintah Republik Indonesia yang
mesti diturut oleh Rakyat Indonesia. (diambil dari Osman Raliby,
Documenta Historica hal 34)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar