
Ada
sebuah surat tertanggal 13 April 1977, ditandatangani oleh Let.Kol Dr
M.Natsir Said SH selaku ketua Team Penelitian Sejarah Perjoangan SULSERA
Kodam XIV (alamat jalan WR Supratman no.2 Ujung Pandang), yang bekerja
sama dengan Universitas Hasanudin dan IKIP Ujung Pandang. Isinya berupa
jawaban atas surat terdahulu tertanggal 8 Maret 1977 dari RPP Westerling
yang meminta keterangan mengenai angka 40.000 korban Westerling di
Sulawesi Selatan pada ahir tahun 1946. Dijelaskan oleh Let.Kol Natsir
bahwa angka 40.000 muncul pertama kali setelah aksi polisionil pertama
di Jawa. Angka ini dinyatakan oleh Kahar Muzakar (selaku komandan dari
TRI Persiapan Sulawesi), KS Masud, Muhammadong, M.saleh Lahade dan
perwira lainnya dari Sulawesi selatan beserta para perwira dari Markas
Besar tentara Republik Indonesia. Dan inilah yang dilaporkan kepada
Presiden Soekarno. Let.Kol Natsir juga menjelaskan bahwa dari data-data
yang didapatkannya dari Onderafdeling Jeneponto, tercatat korban yang
mati antara tahun 1945 - 1950 adalah sebesar 565 orang. Dimana 256
diantaranya berasal dari periode bulan Desember 1946 sampai Februari
1947. Apakah surat ini benar ?. Adakah surat dimaksud mendapat
persetujuan dari Masyarakat Sejarawan Indonesia pada masa lalu dan
sekarang ?. Rasanya ini perlu dikaji ulang kembali, khususnya berkaitan
dengan 60 th peringatan "Korban Keganasan westerling di Sulawesi
Selatan" Foto atas : Peringatan 1 tahun korban Westerling tanggal 11
Desember 1947 di Kepatihan Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar