Kamis, 12 September 2013
Tentara Pembela Tanah Air (PETA).
Pada
tahun 1945 dapat dihimpun kekuatan militer Indonesia sebesar 66
batalyon di Jawa dan 3 batalyon di Bali (Baca Himawan Soetanto,
"Yogyakarta") Di Sumatera sempat dihimpun 20.000 personil. Pembentukan
PETA banyak dikaitkan dengan Poetera (organisasi dengan kepanjangannya
Poesat Tenaga Rakyat). Para bekas anggota PETA, tidak pernah mau
mengakui bahwa Organisasi Militer ini dibubarkan. Mereka menyebutnya
sebagai sebagian besar kemudian mengabdikan dirinya kedalam BKR. Bung
Hatta pernah mengingatkan bahwa sejak Mei 1945 dalam sidang BPUPKI,
sudah dipikirkan agar PETA menjadi "Sendi Angkatan Perang Kita".
Rancangan ini diserahkan pada Otto Iskandar Dinata (anggota BPUPKI yang
mengetuai Badan Pembantu Prajurit). Tapi melihat gerakan perlawanan
(antara lain di Blitar dan Pengalengan) dan adanya tanda-tanda kerjasama
PETA dan Mahasiswa, maka sesudah rapat Daidanco di Bandung tanggal 15
Agustus 1945, PETA dilucuti dibeberapa tempat termasuk Jakarta. Kemudian
dilanjutkan dengan pembubaran secara menyeluruh. Dalam surat menyurat
Hatta dan Nasution, Pak Nas berani mengatakan kita memiliki tenaga
terlatih sebanyak 150.000 orang (mungkin sebagian adalah PETA) dan
peralatan untuk 4 - 5 Divisi. Hatta menepis pendapat ini dan berkata :
"Ini suatu realitet yang tidak bisa diubah dengan angka-angka. Oleh
karena itu", sambung Hatta, "RI membangun tentara dari bawah dengan
berangsur-angsur" Usaha Hatta antara lain memerintahkan kepada Kaprawi
(bawahan Kasman S), namun Kaprawi tidak berhasil melakukan kontak dengan
Suprijadi yang diangkat Menteri Keamanan dalam kabinet pertama RI.
Maka, kata Hatta lebih lanjut, data tentara berapa Daidang (batalyon)
PETA seluruh Jawa saja tak ada pada para perwira PETA, termasuk Kasman,
Abdul Kadir, Djokosuyono, Kaprawi, dan Sutjipto. Keterangan pihak Jepang
sendiri mengaburkan. Ada yang bilang 40, ada pula yang mengatakan 80
batalyon. Oleh karena Kaprawi tidak berhasil, maka Hatta memerintahkan
Daan Jahja dan Soebianto untuk mempersiapkan pembentukan BKR. (Deliar
Noer, Mohammad Hatta, Biografi Politik). Demikian semoga tulisan ini ada
gunanya. (gambar atas Tentara PETA sedang latihan di Bogor th 1944).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar