
Tanggal 25 Maret 1947, tepat 60 tahun yang lalu ditandatanganilah
dokumen persetujuan Linggajati. Tempat penandatanganan di stana Rijswijk
(sekarang istana negara). Sejumlah undangan berdatangan, tampak hadir
Jenderal Spoor panglima tentara Hindia Belanda, van Mook sebagai Letnan
Gubernur Jenderal, para anggota Komisi Jenderal minus de Boer(terdiri
hanya Prof.Schermerhorn dan van Poll, karena de Boer yang mengundurkan
diri). Terlihat pula para tamu undangan, para duta besar negara sahabat,
pejabat Hindia Belanda dan para petinggi negara-negara federal. Dari
pihak Indonesia, selain delegasiIndonesia lengkap terdiri Perdana
menteri Sutan Sjahrir, Mr Mohammad Roem, Dr AK Gani, Mr Soesanto
Tirtoprodjo dan para pejabat pendamping seperti Mr Amir Sjarifoedin, Dr
Leimena, Dr Soedarsono dan sekretaris Mr Ali Boediardjo. Juga tampak
H.Agus Salim. Dimuka, dipasang meja besar tempat para delegasi duduk dan
siap menandatangani dokumen. Adalah Rosihan Anwar, wartawan yang saat
itu ditugaskan untuk bertindak sebagai penyiar radio RRI. Rosihan dengan
piawainya menyampaikan kepada publik pandangan mata jalannya
upacaramelalui corong radio. Sedangkan dari pihak radio Belanda di
Batavia, bertindak Al-Mesawa pejabat NICA yang ditugaskan dalam fungsi
yang sama, tapi untuk siaran diperuntukkan kaum Belanda. Dalam pidatonya
Bung Sjahrir antara lain berkata : "Dengan penandatanganan persetujuan
Linggajati ini kita menyaksikan sebuah peristiwa yang besar artinya
serta besar pula akibatnya". Prof.Schermerhorn selaku ketua delegasi
Belanda dan dr van Mook sebagai pimpinan Pemerintahan Hindia Belanda,
juga memberikan sambutannya. Perjanjian gencatan senjata yang telah
ditanda tangani pada tanggal 14 Oktober 1946, setelah pendatanganan
dokumen 25 Maret ini, ternyata tidak berumur panjang. Pada tanggal 21
Juli 1947, Belanda memutuskan untuk tidak ada urusan lagi soal gencatan
senjata itu dan melakukan Agresi Militernya yang pertama. Foto atas,
saat Perdana Menteri Sutan Sjahrir, menandatangani dokumen dimaksud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar